Hingga kemudian suatu hari, pertanyaan sialan itu Gema sampaikan pada Bara. Pertanyaan yang sampai detik ini masih belum Bara temukan jawabannya. Bara luar biasa gelisah dengan pertanyaan itu.
Tak cukup sampai di sana, masalah lainnya pun muncul. Tanpa jeda. Dan pada akhirnya Gema tahu kalau dia bukan lah sosok yang diharapkan.
Pernikahan yang tadinya menyenangkan pun, berubah hambar. Masih ada kehangatan memang, tapi rasanya tetap tak sama.
“Aku sudah mencoba. Kamu juga. Kalau ternyata gagal, untuk apa lagi diteruskan?”
Dan Bara hanya bisa diam terpaku mendengarnya, memandang senyum getir Gema yang membuatnya ketakutan.