Selama 20 tahun karier jurnalistiknya, penulis buku ini telah menghasilkan lebih dari 3000 artikel, baik berupa hard news, wawancara, features dan artikel opini. Itu semua dikerjakan agar dapur ngebul.
Namun di luar itu, ia juga menulis sebagai upaya kanalisasi gagasan dan menggerakkan ritme hidup. Setidaknya 500 tulisan ia hasilkan sebagai blogger, berupa esai-esai ringan tentang kehidupan dan kemanusiaan.
Di buku ini disajikan 24 esai pilihan yang diinspirasi oleh buku-buku yang ia baca. Sepucuk Surat Mengetuk Pintu Keajaiban satu di antaranya. Ini merupakan refleksinya atas begitu banyaknya surat-surat pembaca di Majalah Tempo yang berhasil mengetuk pintu hati orang-orang baik untuk memberi pertolongan. Termasuk pertolongan yang diperoleh oleh penulis sendiri.
Buku ini dimaksudkan untuk menggalang optimisme tentang kemanusiaan, bahwa kebaikan masih merupakan aspirasi dan karya terbaik manusia. Ia bisa diwujudkan lewat aneka ragam tindakan, mulai dari berempati pada masalah yang dihadapi sesama, memaafkan kesalahan, hingga menghargai dan memelihara peradaban, termasuk memuliakan bahasa dan tulisan.
Eben Ezer Siadari adalah salah satu wartawan Indonesia penerima Chevening Award dari Kedutaan Besar Inggris pada tahun 1994 dan peserta International Visitor Program yang diselenggarakan Kedutaan Besar AS pada 1996. Selain sebagai jurnalis, ia mencari nafkah sebagai penulis, trainer dan konsultan di bidang kepenulisan.
Karier jurnalistiknya antara lain menjadi redaktur pelaksana majalah WartaEkonomi, pemimpin redaksi majalah WartaBisnis dan Majalah DUIT!, news editor jaringnews.com, news editor satuharapan.com, kolumnis pada kalderanews.com dan surat kabar Lampung Pos.
Dia telah menulis dan menyunting lebih dari 25 buku dalam berbagai genre, terutama biografi, memoar dan buku ilmiah populer. Di antaranya, sebagai co-writer, ia menulisThe Ciputra Way, Praktik Terbaik Entrepreneur Sejati (2006), Teologi Kerja Modern dan Etos Kerja Kristiani (2011), The Chinese Ethos (2013), dan OTB Sitanggang Sang Pelopor (2011).
Buku karyanya Esensi Praktik Menulis, terbit tahun 2019, menekankan pentingnya menulis tentang manusia sebagai tantangan dunia kepenulisan di era digital. Empat buku lainnya, The Beautiful Sarimatondang, Perempuan-perempuan Batak yang Perkasa, Kerupuk Kampung untuk Gadis Berkacamata Bill Gates dan The Klappertart, A Journey, terbit pada April 2020. Pada tahun 2021, terbit bukunya yang lain, Topik-topik Klasik dan Kontemporer dalam Praktik Menulis.
Sebagai trainer dan konsultan kepenulisan, ia telah mendampingi sejumlah tokoh dan lembaga untuk penulisan buku, dan berbicara tentang kepenulisan atas undangan Peneliti Dimensi Gender dalam Konflik dan Perdamaian Indonesia, Bisnis Indonesia, Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta, disamping pernah menjadi associate pada Pusat Kajian Komunikasi FISIP UI, dan pengajar Ekstrakurikuler Jurnalistik SMAK Penabur Kelapa Gading.
Menamatkan studi perguruan tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung, ia adalah alumni Thomson Foundation, Cardiff, Wales, Inggris (1994), dan peserta International Visitor Program United States Information Agency (1997).