Mir’atul Farikhah, adalah seorang guru sosiologi di Madrasah Aliyah Nurul Huda, madrasah yang didirikan oleh keluarganya pada 27 tahun silam. Ia mengabdikan diri dalam dunia pendidikan sejak 15 tahun silam. Terlahir dari kedua orang tua yang juga mengabdikan hidupnya untuk dunia pendidikan, membuat ia suka berkecimpung dalam dunia pendidikan.
Ia adalah tipikal guru yang pemikirannya sangat kritis, yang di dadanya bergolak rasa keingintahuan yang tinggi terhadap hal-hal baru. Belakangan ini ia mulai terjun ke dalam dunia literasi. Ada beberapa karya yang sudah berhasil ia telurkan.
Sejak 2010, wanita kelahiran Lumajang 35 tahun (30 Desember 1985) silam ini sudah mulai berkarya. Adapun karya pertamanya yaitu “Pembelajaran Ilmu Sosiologi untuk kelas X, XI, dan XII. Dilanjutkan pada 2011 karyanya adalah “Tokoh tokoh Sosiologi”. Tidak berhenti di situ. Pada 2020 sampai sekarang, ia menjajal kemampuannya dalam dunia literasi. Harapan besarnya, semoga setiap aksara yang tercipta, bernyawa hingga melahirkan makna bagi penikmat kata.
Karya-karya non-fiksi sejak 2020 sampai sekarang adalah Cinta dalam Doa (dalam antologi cerpen Orkestra Jiwa), Pelaminan Berselimut Derai Pinta (dalam antologi cerpen Rayuan Bulan), Memecah Sunyi dengan Al-Qur’an (dalam antologi cerpen Pelangi Rasa), Surat untuk Syailendra (dalam antologi cerpen Patah Hati), Jeritan Hati Pak Kasman (dalam antologi cerpen Bingkisan Kisah Sang Pendidik), Sandal Jepit untuk Bapak (dalam antologi cerpen Rajutan Kisah tentang Ayah), Istri yang Tak Dirindukan (Cerbung), Aku Bukan Perawan Suci Lagi. Dan karena kecintaannya dan keprihatinannya kepada tumbuh kembang anak-anak yang lebih sering menggunakan gadget, sehingga ia pun mulai menjajal kemampuannya dalam cerita fabel. Karya pertamanya yaitu The Butter Fly Story (Kisah tentang Kupu-Kupu) dan sekarang ia sedang proses menyelesaikan novel pertamanya.
Adapun prestasi yang pernah diraih dalam dunia literasi, ia pernah meraih juara satu dalam event menulis yang diadakan salah satu penerbit. Ia juga pernah meraih harapan tiga dalam event menulis. Pernah mendapat penghargaan karya terbaik.
Sucik Isnawati, perempuan kelahiran Lumajang, 2 Agustus 1973 ini telah lama mengabdikan diri di MAN Lumajang sebagai guru sosiologi, terhitung sejak 2000 sampai sekarang. Karena kecintaannya kepada dunia pendidikan membuat ia aktif dalam berbagai seminar, talkshow, dan webinar. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi, sehingga ia mudah bergaul dengan sesama.
Ibu dari tiga putri ini, saat ini tertarik lebih dalam belajar di dunia literasi dan berharap bisa menghasilkan karya yang bisa dinikmati dan sarat akan makna. Ia menempuh pendidikan S-1-nya di Universitas Negeri Malang, kemudian dilanjutkan S-2 nya di Universitas Muhammadiyah Malang. Sekarang ia aktif dalam koperasi siswa dan sudah banyak penghargaan yang ia terima. Karena sifatnya yang loyal membuat ia terus dipercaya dalam hal ini.
Website: pustakarumahc1nta.com;
Instagram: @pustakarumahc1nta