“Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, berarti imannya telah sempurna.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
ISLAM tidak melarang cinta kasih. Justru, Islam sendiri adalah agama kasih dan menjunjung cinta pada sesama. Dalam Islam, cinta demikian dihargai dan menempati posisi sangat terhormat, suci dan sakral. Islam sama sekali tidak alergi terhadap cinta. Islam mengakui fenomena cinta yang tersembunyi dalam jiwa manusia.
Secara psikologis, cinta merupakan emosi yang penting dalam kehidupan manusia. Cinta adalah faktor utama dalam membentuk keluarga dan mengikat individu-individu anggotanya agar saling membantu. Dalam dunia anak-anak, cinta ini mempunyai peranan sangat penting dalam membentuk kepribadian seorang anak.
Menurut Dr. Muhammad ‘Utsman N, secara umum cinta merupakan faktor penting dalam membentuk hubungan sosial yang harmonis di antara manusia. Cinta mengikat seseorang dengan keluarganya, masyarakatnya, dan tanah airnya. Cinta pula yang mendorongnya untuk mengorbankan harta dan jiwanya untuk membela keluarga, masyarakat, dan tanah airnya.
Akhirnya, tidaklah berlebihan kalau dalam kaca mata Islam, disebutkan bahwa mencinta dan dicinta itu adalah “risalah” suci yang harus ditumbuhsuburkan dalam dada tiap pemeluknya. Makanya Islam menghalalkan perkawinan dan bahkan pada tingkat mewajibkan bagi mereka yang mampu. Islam tidak menganut “selibasi” yang mengebiri fitrah manusia. Sebab memang tidak ada rahbaniyah dalam Islam.
Untuk itu, ikatlah secara benar makna cinta dan kasih sayang ini dalam kehidupan maupun gaya hidup setiap manusia, termasuk dalam kehidupan membangun rumah tangga. Dan bukan malah sebaliknya, kita justru terbawa dan meniru gaya cinta dan kasih sayang yang kamuflase lagi menyesatkan.
ARDADINATA, lahir di Indramayu, 28 Oktober 1973. Untuk memenuhi rasa haus akan ilmu pengetahuan, ia terus mengasah kebiasaan hobi hariannya dengan kegiatan membaca & menulis. Kegiatan dunia tulis-menulis ini, ia tekuni sejak duduk di bangku SMA Negeri 3 Indramayu. Lalu, kuliah di Akademi Penilik Kesehatan (APK) Kutamaya Bandung (1996). Tahun 2009, mendapat beasiswa dari Kementerian Kesehatan untuk kuliah pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM-Undip) Semarang. Dan tahun 2018 Lulus Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM Minat Kesehatan Lingkungan.